Translate to your languages

Selamat Datang . Suatu kehormatan bagi saya atas kunjungan ini. Saya sangat berharap kunjungan berikutnya.

21 Maret 2011

RECORD (REKAMAN)

RECORD
Pascal menyediakan tipe data terstruktur yang disebut record. Dengan tipe data record, dapat dikumpulkan beberapa item data yang masing-masing mempunyai tipe data berbeda-beda. Masing – masing item data disebut field. Record terdiri dari kumpulan field yang dapat berbeda tipe.
Deklarasi Record :

Tipe record : record
   Daftar field
    ---
    ---
    ---
   End;

Contoh :

Type
    Lgn = record ;
        Kode : integer ;
        Nama : string[35] ;
        Alamat : string[45] ;
        Piutang : real ;
    End ;
Var
    Langganan : Lgn;
Menggunakan Tipe Data Record

Tipe-tipe komponen field dari record dapat dipergunakan dengan cara menuliskan :
Pengenal-record.pengenal-field[.pengenal-field]
Contoh :
Langganan.Nama := ‘ Udin Jabrig ‘ ;

Statemen WithPenulisan pengenal-field seperti contoh diatas dapat ditulis lebih singkat, sehingga penulisannya menjadi :
Nama := ‘ Udin Jabrig ‘ ;
Ini dapat dilakukan dengan menggunakan statemen with yang menyebutkan pengenal-recordnya, sehingga penggunaan field-field selanjutnya sudah tidak perlu menyebutkan pengenal recordnya kembali.

Contoh :

Tipe Data Record Dengan Field Tipe Record
Tipe data record dapat juga mempunyai field berupa tipe data record yang lainnya. Misalkan seperti item-item ini :
1. Nama pegawai
2. Tanggal masuk
    a. hari
    b. bulan
    c. tahun
3. Alamat pegawai
    a. Jalan
    b. Kota

Contoh :
Record Bervariasi
Dapat dibuat suatu record yang mempunyai field yang tidak pasti atau bervariasi (variant record). Dalam variant record, dapat mengandung suatu field yang bervariasi tergantung dari suatu kondisi. Bila didalam suatu variant record terdapat field yang tetap, maka field yang bervariasi letaknya harus setelah field yang tetap.
Contoh :
Penjelasan contoh :
Field yang bervariasi dalam record tergantung dari suatu kondisi Case. Tipe field tag yang dipergunakan adalah suatu tipe data scalar Tipebacaan yang mempunyai2 nilai konstanta, yaitu : Bukuteks dan Majalah. Bila pengenal tipe bernilai Majalah, maka field variant yang akan digunakan adalam nomor. Bila pengenal tipe bernilai Bukuteks, maka field variant yang akan digunakan adalah Pengarang dan Edisi. Jadi field yang digunakan akan bervariasi tergantung dari suatu kondisi.

14 Maret 2011

ARRAY

Larik / array adalah tipe terstruktur yang terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang mempunyai tipe yang sama.

1.1 Deklarasi Array
Array yang akan dipergunakan harus di deklarasikan terlebih dahulu. Deklarasi dari Array diawali dengan kata cadangan Array diikuti oleh tipe index yang diletakkan diantara tanda “ [ ] ” diikuti lagi oleh kata cadangan of dan tipe arraynya.
Array dapat bertipe sederhana byte, word, integer, real, boolean, char, string dan tipe scalar atau subrange.
Contoh:
Var
X : array [ 1..100 ] of integer ;
Larik X dideklarasikan sebagai larik tipe integer dengan jumlah elemen maksimum 100 elemen, dimana nilai elemen larik ini harus berisi nilai integer.
Misalkan :
X [1] : = 18 ;
X [2] : = 5 ;
Bila nilai elemen ke-1 dari larik X akan ditampilkan, dapat dipergunakan perintah :
Writeln ( x[1] ) ;

1.2 Deklarasi Tipe Index Subrange Integer
Tipe index subrange integer sebagai berikut :
Var NilaiHuruf : array [1..5] of char ;
Nilai [1..5] inilah yang dimaksud dengan index subrange integer.
Index dari larik diatas dapat dideklarasikan terlebih dahulu di bagian deklarasi tipe :

Type
Jangkauan = 1..5 ; {tipe subrange integer}
Var
NilaiHuruf : array [Jangkauan] of char ;
Begin


end.

1.3 Deklarasi Tipe Index Subrange Byte
Kalau index dari larik tidak sampai dengan 255, maka index dari larik ini dapat dideklarasikan dengan tipe byte.
Var
X : array [0..255] of real ;
Karen anilai 0 sampai 255 merupakan nilai subrange byte, maka deklarasi ini dapat ditulis :
Var
X : array [byte] of real ;

1.4 Deklarasi Tipe Index Subrange Word
Jika jangkauan index dari 0 sampai 65525, maka index dari larik dapat dideklarasikan dengan tipe word.
Var
X : array [byte] of word ;

1.5 Deklarasi Tipe Index Subrange Boolean
Index larik yang bertipe Boolean, hanya mempunyai maksimum 2 buah elemen saja.
Type
Keterangan = string [11] ;
Var
X : array [Boolean] of keterangan ;

1.6 Deklarasi Tipe Index Subrange Char
Tipe char adalah tipe subrange yang mempunyai nilai sebanyak 256 buah ( 0 – 255 )sesuai dengan urutan kode ASCII.
Var
X : array [char] of integer ;

1.7 Deklarasi Tipe Index Skalar
Index dari larik dapat berupa tipe scalar atau enumerated.
Contoh program:

Var
Jumlah : array [(Jan, Peb, Mar)] of integer ;
Begin
Jumlah[Jan] : = 125 ;
Jumlah{Peb] : = 75 ;
Jumlah[Mar] : = 18 ;
Writeln ( ‘Jumlah untuk bulan maret = ‘, Jumlah{Mar});
End.
Output program :
Jumlah untuk bulan Maret = 18
Contoh diatas dapat ditulis :
Type
Bulan = (Jan, Peb, Mar) ;
Var
Jumlah : array [Bulan] of integer ;

1.8 Deklarasi konstanta Larik
Larik tidak hanya dapat berupa suatu variable yang dideklarasikan di bagian deklarasi variable, tetapi juga dapat berupa suatu konstanta yang dideklarasikan dibagian deklarasi konstanta.
Contoh program :

Const
X : array [1..5] of integer = (6, 25, 375, 5, 2) ;
Var
I : word ;
Begin
For I : = 1 to 5 do
Writeln ( ‘Nilai konstanta larik ke ‘, I, ‘=’, X[I] ) ;
End.
Output program :
Nilai Konstanta larik ke 1 = 6
Nilai Konstanta larik ke 2 = 25
Nilai Konstanta larik ke 3 = 375
Nilai Konstanta larik ke 4 = 5
Nilai Konstanta larik ke 5 = 2

1.9 String Sebagai Larik Tipe Char
String dapat dianggap sebagai suatu larik tipe char dengan index dari 0 sampai dengan panjang dari string yang di definisikan.
Contoh program :

Var
I : word ;
Nama : string [255] ;
Begin
Write ( ‘Nama Anda ?’ ) ; readln ( Nama ) ;
Writeln ;
Writeln ( ‘Nama Anda kalau dibaca terbalik adalah : ‘ ) ;
For I : = ord (Nama [0] ) down to 1 do
Write (Nama [I] ) ;
End.

Output program :
Nama Anda ? Dita
Nama Anda kalau dibaca terbalik adalah :
atid

1.10 Larik Dimensi Banyak
Larik dapat juga berdimensi lebih dari satu yang disebut dengan larik dimensi banyak, yang dapat berdimensi dua, dimensi tiga dan seterusnya.
Larik dimensi 2 mewakili suatu bentuk table atau matrik, yaitu index yang pertama dapat menunjukkan baris dan index kedua dapat menunjukkan kolom dari table atau metric.
Bentuk Umum :
Nama_larik = array [tipe index1] of array [tipe index2] of tipe larik
Atau
Nama_larik = array [tipe index1, tipe index2] of tipe larik
Contoh program :

Var
Tabel : array [1..3, 1..2] of byte ;
I, J : byte ;
Begin
Tabel[1,1] : = 5 ;
Tabel[1,2] : = 25 ;
Tabel[2,1] : = 200 ;
Tabel[2,2] : = 22 ;
Tabel[3,1] : = 75 ;
Tabel[3,2] : = 50 ;
For I : = 1 to 3 do
Begin
For J : = 1 to 2 do
Write ( table [I,J] : 10 ) ;
Writeln ;
End ;
End.

Output program :
5 25
200 22
75 50

1.11 Parameter Larik
Larik dapat digunakan sebagai parameter yang dikirimkan baik secara nilai atau secara acuan ke prosedur atau ke fungsi. Prosedur yang menggunakan parameter berupa larik harus dideklarasikan didalam judul prosedur yang menyebutkan parameternya bertipe larik.
Contoh program :

Type
Larik = array [1..50, 1..50] of real ;
Var
I, J, K : byte ;
Procedure inverse (Var X : Larik ; N : byte ) ;
….
….
Begin
….

end.

function

Blok fungsi hampir sama dengan blok prosedur, hanya fungsi harus dideklarasikan dengan tipenya. Tipe deklarasi ini menunjukkan tipe hasil dari fungsi.
Bentuk umum :
FUNCTION identifier (daftar parameter) : type ;
Blok fungsi juga diawali dengan kata cadangan Begin dan di akhiri dengan kata cadangan End dan titik koma.
Perbedaan fungsi dengan prosedur adalah :
- Pada fungsi, nilai yang dikirimkan balik terdapat pada nama fungsinya ( kalau pada prosedur pada parameter yang dikirimkan secara acuan).
- Karena nilai balik berada di nama fungsi tersebut, maka fungsi tersebut dapat langsung digunakan untuk dicetak hasilnya. Atau nilai fungsi tersebut dapat juga langsung dipindahkan ke pengenal variable yang lainnya.
- Pada prosedur, nama prosedur tidak dapat digunakan lagsung, yang dapat langsung digunakan adalah parameternya yang mengandung nilai balik.
1.1 Fungsi Tanpa Parameter
Fungsi yang tanpa parameter berarti nilai balik yang akan dihasilkan merupakan nilai yang sudah pasti. Karena tidak menggunakan parameter, maka hasil fungsi tersebut tidak dapat diatur dari modul yang menggunakannya, karena tidak ada parameter yang dikirimkan. Fungsi tanpa parameter jarang dipergunakan.
1.2 Parameter Dalam Fungsi
Parameter dalam fungsi dapat dikirimkan secara nilai atau secara acuan.
Contoh penulisan parameter dengan pengiriman secara nilai :
Function Hitung (A, B : integer ) : integer ;




Penulisan judul fungsi yang menggunakan parameter dengan pengiriman secara acuan adalah dengan menambahkan kata cadangan var.
Contoh penulisan :
Function Hitung ( Var A, B : integer ) : integer ;
Pengiriman parameter secara acuan akan mengakibatkan perubahan nilai parameter di fungsi juga merubah nilai parameter di modul yang mengirimkannya. Fungsi yang menggunakan pengiriman parameter secara acuan ini mirip dengan prosedur, yaitu parameter yang dikirmkan secara acuan tersebut dapat di manfaatkan sebagai hasil balik.
1.3 Fungsi Pangkat
Pascal tidak menyediakan fungsi untuk perpangkatan tinggi, yang ada hanya fungsi standar Sqr, yaitu pemngkatan kuadrat saja. Bila akan melakukan perpangkatan lebih dari pangkat dua, maka harus dibuat program tersendiri.
1.4 Fungsi Memanggil Dirinya Sendiri
Proses fungsi memanggil dirinya sendiri juga merupakan proses recursion.








1.5 Fungsi Memanggil Fungsi Yang Lain
Fungsi yang di panggil letaknya harus berada di atas fungsi yang memanggilnya.


1.6 Acuan Forward Pada Fungsi
Fungsi dapat dideklarasikan terpisah dengan bloknya. Deklarasi fungsi yang terpisah dengan blok fungsinya dipergunakan kata cadangan Forward dan blok fungsinya juga di deklarasikan ulang, tetapi tidak perlu menyebutkan parameternya.
1.7 Fungsi Tersarang
Merupakan fungsi yang letaknya berada di dalam fungsi yang lainnya.


1.8 Fungsi Standar
1.8.1 Fungsi Standar Aritmatika
Ada Abs, ArcTan, Cos, Exp, Franc, Int, Ln, Pi, Sin, Sqr dan Sqrt
Penjelasan :
- Abs (x) ;
Memutlakkan suatu nilai yang ditunjukkan oleh argument x. dapat berupa tipe real atau integer.
- Exp (x : real ) : real ;
Untuk menghitung nilai pangkat dari bilangan e. dapat berupa real atau integer dan hasil dari fungsinya adalah real.
- Ln (x : real ) : real ;
Untuk menghitung nilai logaritma alam dari nilai x. tipe datanya real atau integer dan hasil fungsinya adalah real.
- Int (x : real) : real ;
Untuk menghasilkan nilai integer dari x. hasil dari fungsi adalah tipe real dengan nilai yang berupa pembulatan ke bawah dari nilai x.
- Franc (x : real ) : real ;
Untuk mendapatkan nilai pecahan dari argument x. Argumen x dapat berbentuk real atau integer dan hasilnya adalah real.
- Sqr (x) ;
Untuk menghitung nilai pangkat kuadrat dari argument x.
- Sqrt (x : real ) : real ;
Untuk menghitung nilai akar dari argument x. dapat real dan integer dan hasil dari fungsinya adalah real.
- Pi
Akan menghasilkan nilai PI sebesar 3, 14.

1.8.2 Fungsi Standar Transfer
Digunakan untuk merubah suatu nilai ke bentuk nilai yang lain. Yang tersedia adalah fungsi standar Chr, Ord, Round dan trunc.
Penjelasan :
- Chr (x : byte) : char ;
Untuk merubah nilai dari byte x ke bentuk karakter yang sesuai dengan kode ASCII.
- Ord (x) : longint ;
Untuk merubah nilai x ke bentuk nilai longint yang sesuai dengan kode ASCII. Fungsi ini kebalikan dari fungsi standar Chr.
- Round (x : real) : longint ;
Untuk membulatkan nilai dari real x ke nilai longint yang terdekat. Bila nilai pecahan sama dengan atau lebih besar dari 0,5 akan dibulatkan ke atas, sedangkan bilai nilai pecahan lebih kecil dari 0,5 akan dibulatkan ke bawah.
- Trunc (x : real) : longint ;
Untuk membulatkan nilai dari real x ke nilai longint terkecil, atau dengan kata lain membulatkan ke bawah.
1.8.3 Fungsi Standar Lainnya
Terdiri dari : Hi, Lo, Random, SizeOf, Swap, UpCase, ParamCount dan ParamStr.
Penjelasan :
- Hi (x) : byte ;
Untuk mengisi low order byte dari hasil fungsi dengan high order byte dari ungkapan integer x. high order byte dari hasil fungsi akan bernilai nol. Tipe hasil dari fungsi ini adalah byte.
- Lo (x) : byte ;
Untuk mengisi low order byte dari hasil fungsi dengan low order byte dari ungkapan integer x. high order byte dari hasil fungsi akan bernilai nol. Tipe hasil dari fungsi ini adalah byte.
- Swap (x) ;
Untuk membalik bit-bit di low order byte menjadi high order byte dan sebaliknya dari ungkapan x. ungkapan x dapat berupa tipe integer atau word.
- Random [ (range : word ) ] ;
Untuk menghasilkan angka random berkisar dari nilai lebih besar atau sama dengan nol dan lebih kecil dari satu. Bila range tidak disebutkan, hasil dari fungsi ini adalah real. Bila range disebutkan, hasilnya adalah word.
- SizeOf (x) : word ;
Untuk menunjukkan besarnya byte yang digunakan oleh suatu variable x. hasilnya adalah word.
- UpCase (Ch : char ) : char ;
Untuk merubah argument suatu karakter yang ditunjukkan oleh Ch menjadi bentuk karakter huruf besar ( upper case ).
- ParamCount: word ;
Untuk mengetahui jumlah parameter yang dikirimkan lewat promt DOS
- ParamStr (index) : string ;
Untuk menerima parameter yang dikirmkan lewat promt DOS, index adalah ungkapan dengan tipe word, dan akan menghasilkan parameter ke index yang dikirmkan tersebut.