Pascal menyediakan tipe data terstruktur yang disebut record. Dengan tipe data record, dapat dikumpulkan beberapa item data yang masing-masing mempunyai tipe data berbeda-beda. Masing – masing item data disebut field. Record terdiri dari kumpulan field yang dapat berbeda tipe.
Deklarasi Record :
Tipe record : record
Daftar field
---
---
---
End;
Contoh :
Type
Lgn = record ;
Kode : integer ;
Nama : string[35] ;
Alamat : string[45] ;
Piutang : real ;
End ;
Var
Langganan : Lgn;
Menggunakan Tipe Data Record
Tipe-tipe komponen field dari record dapat dipergunakan dengan cara menuliskan :
Pengenal-record.pengenal-field[.pengenal-field]
Contoh :
Langganan.Nama := ‘ Udin Jabrig ‘ ;
Statemen WithPenulisan pengenal-field seperti contoh diatas dapat ditulis lebih singkat, sehingga penulisannya menjadi :
Nama := ‘ Udin Jabrig ‘ ;
Ini dapat dilakukan dengan menggunakan statemen with yang menyebutkan pengenal-recordnya, sehingga penggunaan field-field selanjutnya sudah tidak perlu menyebutkan pengenal recordnya kembali.
Contoh :
Tipe Data Record Dengan Field Tipe Record
Tipe data record dapat juga mempunyai field berupa tipe data record yang lainnya. Misalkan seperti item-item ini :
1. Nama pegawai
2. Tanggal masuk
a. hari
b. bulan
c. tahun
3. Alamat pegawai
a. Jalan
b. Kota
Contoh :
Record Bervariasi
Dapat dibuat suatu record yang mempunyai field yang tidak pasti atau bervariasi (variant record). Dalam variant record, dapat mengandung suatu field yang bervariasi tergantung dari suatu kondisi. Bila didalam suatu variant record terdapat field yang tetap, maka field yang bervariasi letaknya harus setelah field yang tetap.
Contoh :
Penjelasan contoh :
Field yang bervariasi dalam record tergantung dari suatu kondisi Case. Tipe field tag yang dipergunakan adalah suatu tipe data scalar Tipebacaan yang mempunyai2 nilai konstanta, yaitu : Bukuteks dan Majalah. Bila pengenal tipe bernilai Majalah, maka field variant yang akan digunakan adalam nomor. Bila pengenal tipe bernilai Bukuteks, maka field variant yang akan digunakan adalah Pengarang dan Edisi. Jadi field yang digunakan akan bervariasi tergantung dari suatu kondisi.
Larik / array adalah tipe terstruktur yang terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang mempunyai tipe yang sama.
1.1 Deklarasi Array
Array yang akan dipergunakan harus di deklarasikan terlebih dahulu. Deklarasi dari Array diawali dengan kata cadangan Array diikuti oleh tipe index yang diletakkan diantara tanda “ [ ] ” diikuti lagi oleh kata cadangan of dan tipe arraynya.
Array dapat bertipe sederhana byte, word, integer, real, boolean, char, string dan tipe scalar atau subrange.
Contoh:
Var
X : array [ 1..100 ] of integer ;
Larik X dideklarasikan sebagai larik tipe integer dengan jumlah elemen maksimum 100 elemen, dimana nilai elemen larik ini harus berisi nilai integer.
Misalkan :
X [1] : = 18 ;
X [2] : = 5 ;
Bila nilai elemen ke-1 dari larik X akan ditampilkan, dapat dipergunakan perintah :
Writeln ( x[1] ) ;
1.2 Deklarasi Tipe Index Subrange Integer
Tipe index subrange integer sebagai berikut :
Var NilaiHuruf : array [1..5] of char ;
Nilai [1..5] inilah yang dimaksud dengan index subrange integer.
Index dari larik diatas dapat dideklarasikan terlebih dahulu di bagian deklarasi tipe :
Type
Jangkauan = 1..5 ; {tipe subrange integer}
Var
NilaiHuruf : array [Jangkauan] of char ;
Begin
…
…
end.
1.3 Deklarasi Tipe Index Subrange Byte
Kalau index dari larik tidak sampai dengan 255, maka index dari larik ini dapat dideklarasikan dengan tipe byte.
Var
X : array [0..255] of real ;
Karen anilai 0 sampai 255 merupakan nilai subrange byte, maka deklarasi ini dapat ditulis :
Var
X : array [byte] of real ;
1.4 Deklarasi Tipe Index Subrange Word
Jika jangkauan index dari 0 sampai 65525, maka index dari larik dapat dideklarasikan dengan tipe word.
Var
X : array [byte] of word ;
1.5 Deklarasi Tipe Index Subrange Boolean
Index larik yang bertipe Boolean, hanya mempunyai maksimum 2 buah elemen saja.
Type
Keterangan = string [11] ;
Var
X : array [Boolean] of keterangan ;
1.6 Deklarasi Tipe Index Subrange Char
Tipe char adalah tipe subrange yang mempunyai nilai sebanyak 256 buah ( 0 – 255 )sesuai dengan urutan kode ASCII.
Var
X : array [char] of integer ;
1.7 Deklarasi Tipe Index Skalar
Index dari larik dapat berupa tipe scalar atau enumerated.
Contoh program:
Var
Jumlah : array [(Jan, Peb, Mar)] of integer ;
Begin
Jumlah[Jan] : = 125 ;
Jumlah{Peb] : = 75 ;
Jumlah[Mar] : = 18 ;
Writeln ( ‘Jumlah untuk bulan maret = ‘, Jumlah{Mar});
End.
Output program :
Jumlah untuk bulan Maret = 18
Contoh diatas dapat ditulis :
Type
Bulan = (Jan, Peb, Mar) ;
Var
Jumlah : array [Bulan] of integer ;
1.8 Deklarasi konstanta Larik
Larik tidak hanya dapat berupa suatu variable yang dideklarasikan di bagian deklarasi variable, tetapi juga dapat berupa suatu konstanta yang dideklarasikan dibagian deklarasi konstanta.
Contoh program :
Const
X : array [1..5] of integer = (6, 25, 375, 5, 2) ;
Var
I : word ;
Begin
For I : = 1 to 5 do
Writeln ( ‘Nilai konstanta larik ke ‘, I, ‘=’, X[I] ) ;
End.
Output program :
Nilai Konstanta larik ke 1 = 6
Nilai Konstanta larik ke 2 = 25
Nilai Konstanta larik ke 3 = 375
Nilai Konstanta larik ke 4 = 5
Nilai Konstanta larik ke 5 = 2
1.9 String Sebagai Larik Tipe Char
String dapat dianggap sebagai suatu larik tipe char dengan index dari 0 sampai dengan panjang dari string yang di definisikan.
Contoh program :
Var
I : word ;
Nama : string [255] ;
Begin
Write ( ‘Nama Anda ?’ ) ; readln ( Nama ) ;
Writeln ;
Writeln ( ‘Nama Anda kalau dibaca terbalik adalah : ‘ ) ;
For I : = ord (Nama [0] ) down to 1 do
Write (Nama [I] ) ;
End.
Output program :
Nama Anda ? Dita
Nama Anda kalau dibaca terbalik adalah :
atid
1.10 Larik Dimensi Banyak
Larik dapat juga berdimensi lebih dari satu yang disebut dengan larik dimensi banyak, yang dapat berdimensi dua, dimensi tiga dan seterusnya.
Larik dimensi 2 mewakili suatu bentuk table atau matrik, yaitu index yang pertama dapat menunjukkan baris dan index kedua dapat menunjukkan kolom dari table atau metric.
Bentuk Umum :
Nama_larik = array [tipe index1] of array [tipe index2] of tipe larik
Atau
Nama_larik = array [tipe index1, tipe index2] of tipe larik
Contoh program :
Var
Tabel : array [1..3, 1..2] of byte ;
I, J : byte ;
Begin
Tabel[1,1] : = 5 ;
Tabel[1,2] : = 25 ;
Tabel[2,1] : = 200 ;
Tabel[2,2] : = 22 ;
Tabel[3,1] : = 75 ;
Tabel[3,2] : = 50 ;
For I : = 1 to 3 do
Begin
For J : = 1 to 2 do
Write ( table [I,J] : 10 ) ;
Writeln ;
End ;
End.
Output program :
5 25
200 22
75 50
1.11 Parameter Larik
Larik dapat digunakan sebagai parameter yang dikirimkan baik secara nilai atau secara acuan ke prosedur atau ke fungsi. Prosedur yang menggunakan parameter berupa larik harus dideklarasikan didalam judul prosedur yang menyebutkan parameternya bertipe larik.
Contoh program :
Type
Larik = array [1..50, 1..50] of real ;
Var
I, J, K : byte ;
Procedure inverse (Var X : Larik ; N : byte ) ;
….
….
Begin
….
…
end.
1. Komposisi dari File Teks File Teks disusun sebagai runtunan beberapa baris . • Tiap baris terdiri dari runtunan karakter. • Tiap baris diakhiri oleh karakter khusus, yaitu END-OF-LINE (EOLN) • Karakter yang terakhir dari file teks adalah END-OF-FILE (EOF) Contoh.
- EOF : menerima argumen nama file dan menghasilkan nilai true jika sudah tidak ada data yang bisa dibaca lagi. - EOLN : menerima argumen nama file dan menghasilkan nilai true jika sudah tidak ada lagi data yang bisa lagi dalam satu baris.
2. Operasi pada file teks Untuk melakukan operasi pada file teks, kita perlu mendeklarasikan suatu variabel dengan tipe teks seperti berikut:
var F : text;
F adalah sembarang variabel file teks dan readme adalah nama file teks yang akan dibaca, pertama kita harus memanggilnya dengan fungsi : assign(F,'README');
3. Membaca File dan Menampilkannya di Layar Sebelum kita bisa membaca kita harus membuka file tersebut.
reset(F);
kita bisa membaca file baris demi baris, misalkan dengan menyatakan suatu variabel s sebagai string:
readln(F, s);
setelah selesai membaca keseluruhan teks kita harus menutupnya dengan:
close(F);
Contoh. (misal kita punya suatu file dengan path 'D:\file1.txt')
4. Menulis File Baru Kita membuat suatu file teks dengan mengubah kata kunci :
reset(F); menjadi rewrite(F);
Kemudian: Gunakan readln(F,s) untuk membaca file yang akan dikopi dan writeln(F,s) untuk menulis ke file tujuan Contoh 1.. (misal kita punya suatu file dengan path 'D:\file1.txt') dan kita akan memgkopinya ke file dengan path 'D:\file1.txt')
Contoh 2. membuat file baru
Catatan: statemen rewrite(variabel_teks) apabila diterapkan pada file yang sudah ada akan menyebabkan isi file terhapus dan mulai membuat yang baru, maka untuk menambahkan teks pada file yang sudah ada digunakan kata kunci append (variabel_teks).
5. Error pada Pembacaan File Untuk mengatasi error pada pembacaan file teks digunakan error-handling. yaitu :
{$I-} --> membuat Pascal stabil : --> proses pada file {$I+} --> deteksi terhadap error
error dapat di deteksi dengan memanggil fungsi IOResult. jika IOresult adalah 0, maka tidak terjadi error. Contoh :
6. Jenis Error pada Pembacaan File IO result dapat menghasilkan jenis kesalahan pada pembacaan file, seperti contoh.
Beberapa metode sorting mengurutkan data yang dikenal antara lain adalah: 1. Bubble Sort (sederhana tetapi lambat) 2. Quick Sort (cepat tetapi rumit) 3. Shell Sort (agak cepat dan tidak terlalu rumit)
5.1. Bubble Sort Teknik ini menyusun data yang diinginkan secara berurutan dengan membandingkan elemen data yang ada, misalkan kita akan meyusun data secara (ascending) cacah naik. Maka lagoritma utamanya adalah seperti ini.
SYNTAX
for i:=1 to Jumlah_data-1 do for j:=i+1 to Jumlah_data do if Data[i]>Data[j] then begin t:=Data[i]; Data[i]:=Data[j]; Data[j]:=t; end;
Contoh. Misal kita punya data : 5 3 8 4 1 7 6 2 , dalam program program mengurutkandata;
uses WinCrt; type urutkan=array [1..8] of integer; var i,j,t:integer; anu:urutkan; begin anu[1]:=5; anu[2]:= 3; anu[3]:= 8; anu[4]:= 4; anu[5]:= 1; anu[6]:= 7 ; anu[7]:=6 ; anu[8]:=2 ; for i:=1 to 7 to begin for j:=i+1 to 8 to begin if anu[i]>anu[j] then begin t:=anu[i]; anu[i]:=anu[j]; anu[j]:=t; end; end; end; for i:=1 to 8 do write (anu[i], ' ') end.
5.2. Shell sort Prinsipnya hampir sama dengan bubble sort tetapi dioptmisisasi sehingga lebih cepat. Ditemukan oleh Donald Shell. prinsipnya adalah membandingkan data dengan jarak tertentu dalam array. SYNTAX
for jarak:= (Jumlah_data div 2) down to 1 do for i:=1 to Jumlah_data-jarak do if Data[i]>Data[i+jarak] then begin t:=Data[i]; Data[i]:=Data[i+jarak]; Data[i+jarak]:=t; end;
5.3. quick sort diketemukan oleh E. Hoare. Dengan menggunakan metode rekursi samapi habis. Prinsipnya membagi data menjadi dua bagian yang sama (kiri dan kanan). Dimana data tengah menjadi pivot (pusat operasi). Kumpulkan data dengan nilai lebih kecil dari pivot disebelah kiri pivot, dan di kanan untuk yang lebih besar. Dimungkinkan bagian kiri dan kanan pivot tidak sama besarnya. Untuk itu tiap bagin di bagi menjadi dua lagi dan mempuyi pivot yang baru. Contoh misal kita mempunyai data array integer.
procedure qsort(bawah, atas : integer) var kiri, kanan, pivot : integer; begin pivot:=Data[(bawah+atas) div 2]; kiri:=bawah; kanan:=atas; while kiri<=kanan do begin while Data[kiri] < pivot do kiri:=kiri+1; { memisahkan ke kiri } while Data[kanan]>pivot do kanan:=kanan-1;{Memisahkan ke kanan} if kiri<=kanan then { chek perubahan } begin swap Data[kiri] with Data[kanan]; kiri:=kiri+1; kanan:=kanan-1; end; end; if kanan>bawah then qsort(bawah,kanan);{ urutkan bagian KIRI } if atas>kiri then qsort(kiri ,atas);{ urutkan bagian KANAN} end;
Pemangilan dalam program utama : qsort(1,NumberOfData);
Untuk merepresentasikan objek, dibuat tipe bentukan (user-defined type) yg merupakan gabungan dari beberapa tipe dasar(integer, real, boolean, character) dan tipe bentukan lainnya. Salah satu tipe bentukan terstruktur adalah record.
Sebuah rekaman disusun oleh beberapa field. Tiap field berisi data dari tipe dasar / bentukan tertentu. Record mempunyai kelebihan untuk menyimpan sekumpulan elemen data yang berbeda-beda tipenya.
Contoh , sebuah record dengan empat buah field.
Field 1
Field 2
Field 3
Field 4
Cara pendeklarasian dari record adalah sbb:
Mendefinisikan tipe dari record (jumlah field, jenis tipe data yang dipakai),
Mendefinisikan variabel untuk dilakukan operasi.
BENTUK UMUM :
type nama_record = record
identifier_1 : tipe_data_1;
:
:
identifier_n : tipe_data_n;
end;
var
nama_variabel : nama_record;
Contoh :
type Data_mahasiswa = record
Nama : string;
Umur : integer;
Kota : String;
Kodepos : integer;
end;
Var
x : Data_mahasiswa; <------------ Penggunaan record menjadi variabel-variabel
Pengacuan tiap field pada record(record selector) pada contoh di atas adalah sbb :
Buatlah Program untuk mendapatkan tampilan dari penjelasan di atas !!!
STUDI KASUS :
Diketahui : Tipe bentukan record waktu yg terdiri field jam dan menit yg bertipe integer.
Buat program u/ membaca waktu : t1, t2 dan menghitung selisih jam dan menit.
Asumsi :
t2 selalu akhir dari t1,
nilai terbesar t1 dan t2 = 23:59 dan nilai terkecilnya =00:00,
nilai tidak melewati 23:59
Analisis :
Membaca waktu pertama(t1).
Membaca waktu kedua(t2).
Menghitung selisih antara waktu pertama dan waktu kedua, dengan :
Menghitung selisih menit.
Menghitung selisih jam.
Menampilkan selisih waktu di layar.
Contoh Program :
Program selisih_waktu;
Uses wincrt;
type waktu = record
jam, menit : integer;
end;
var
t1,t2 : waktu;
selisih : waktu;
begin
writeln('Isikan Time pertama (t1)');
write('t1.jam = '); readln(t1.jam);
write('t1.menit = '); readln(t1.menit);
writeln('Isikan Time kedua (t2)');
write('t2.jam = '); readln(t2.jam);
write('t2.menit = '); readln(t2.menit);
if t2.menit < t1.menit then
begin
selisih.menit := (t2.menit+60)-t1.menit;
t2.jam := t2.jam – 1;
end
else
selisih.menit := t2.menit-t1.menit;
selisih.jam := t2.jam-t1.jam;
writeln ('Selisih t1 dan t2 adalah : ', selisih.jam, 'jam', selisih.menit, 'menit');
end.
TUGAS :
Buatlah program yg dapat membaca dua tanggal (tanggal, bulan, dan tahun), menghitung selisih kedua tanggal tersebut dalam hari, bulan, dan tahun serta menampilkannya di layar.
Memberikan nilai sebelum nilai argumen dalam urutannya dalam
ASCII.
Sintaks: Pred (x);
# Succ [fungsi].
Memberikan nilai sesudah nilai argumen dalam urutannya dalam ASCII.
Sintaks: Succ (x);
# Inc[fungsi].
Menambah (increments) nilai suatu variabel.
Sintaks: Inc (x,i); {i >= 1}
# Dec [fungsi].
Mengurangi (decrements) nilai suatu variabel.
Sintaks: DEC(x,i); {i >=1}
Contoh :
Progam Man_Data;
Uses Crt;
Type
hari = (hr0,hr1,hr2,hr3,hr4,hr5,hr6,hr7)
Var
urutanhr : hari;
Const
namahr : Array [hr1..hr7] of String [6]= ('Senin','Selasa','Rabu','Kamis', 'Jumat','Sabtu','Minggu');
Begin
Writeln('Daftar Nama Hari);
urutanhr := hr0;
While Urutanhr <>
Begin
urutanhr := Succ(urutanhr);
Write('hari ke ',Ord(Urutanhr):2,' adalah ');
Writeln(namahr[urutanhr]);
End;
End.
Hasilnya adalah :
Daftar Nama Hari
hari ke 1 adalah Senin
hari ke 2 adalah Selasa
hari ke 3 adalah Rabu
hari ke 4 adalah Kamis
hari ke 5 adalah Jumat
hari ke 6 adalah Sabtu
hari ke 7 adalah Minggu
Soal Latihan
{Buatlah program untuk permasalahan berikut ini}
1. Mencari nilai Sinus, Cosinus, dan Tangen dengan sudut diinput.
2. Mencari akar dan kuadrat dari suatu nilai (nilai diinput).
3. Mencari nilai bulat dan pecahan dari suatu nilai yang dimasukkan melalui keyboard (diinput). Nilai pecahan tersebut dibulatkan sampai 3 angka dibelakang koma (,).